![]() |
| Sosialisasi Peran Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme. (Dok. Istimewa) |
Dalam pemaparannya, dr. Yusriadi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak saat ini. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan akses informasi yang tidak terbatas membuat sebagian anak rentan terpapar konten berbahaya termasuk paham radikalisme.
Berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena yang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini, adanya aksi radikalisme dikalangan pelajar dan motif baru rekruitmen jaringan teroris melalui game online. Perempuan memiliki peran strategis dalam mendidik anak-anaknya dan mengajarkan bahaya ancaman faham radikalisme dan terorisme.
Umi Marzuqoh Ketua PW. Fatayat sekaligus Ketua FKPT Bidang Perempuan dan Anak menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam membentengi keluarga dari pengaruh paham radikal. Ia menilai bahwa literasi kebangsaan dan wawasan moderasi beragama harus terus ditanamkan melalui pendekatan keluarga dan pendidikan.
Ia juga
menyampaikan rencana besar FKPT untuk memperluas kerja sama lintas lembaga
dalam upaya pencegahan radikalisme sejak dini.
“Tahun depan
kita akan bekerja sama dengan Kemenag, Kemendikbud, KPAD, dan Densus 88 untuk
memberikan edukasi kepada anak-anak kita di sekolah umum maupun madrasah.
Bagaimana kita memberikan pemahaman untuk selalu menjaga toleransi, menjauhi
paham-paham radikal, serta meningkatkan jiwa-jiwa nasional,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara FKPT Kalbar, Kanwil Kemenag Kalbar dan PW. Fatayat NU Kalbar. PW Fatayat berharap bisa memperkuat jejaring pencegahan radikalisme di
Kalbar, terutama melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perdamaian dan
penjaga keharmonisan sosial.
